Senin, 13 April 2009

Gamer Wanita Dominasi Game PC

SEMAKIN banyak orang tertarik untuk bermain game. Namun tahukah Anda, ternyata dunia game tidak lagi milik laki-laki.

Dikutip Softpedia, Sabtu (11/4), perusahaan riset Nielsen menemukan, saat ini sekira 50 persen dari para pemain game (gamer) adalah wanita berusia di atas 25 tahun. Namun angka ini kebanyakan terjadi pada para pemain game PC dengan game yang paling banyak dimainkan adalah Solitaire. Hal ini dikarenakan Solitaire telah dibenamkan di seluruh PC yang tersebar di dunia, dengan tidak mengenal jenis sistem operasi apapun.

"Pada bulan Desember 2008 saja, terdapat sekira 17 juta orang bermain Solitaire. Setengah dari angka ini dikontribusi oleh para wanita," ujar pihak Nielsen.
Sedangkan game konsol seperti PlayStation 3 dan Xbox 360 digolongkan sebagai game dengan platform yang lebih ekstrim sehingga kebanyakan gamer yang bermain game di perangkat ini adalah para pria.

Nielsen juga memasukkan istilah Light Watcher untuk para gamer yang suka bermain game di PC, sedangkan untuk mereka yang suka bermain game di perangkat konsol seperti PS dan Xbox, Nielsen memberikan istilah Heavy Watcher. Ditambahkan oleh Nielsen, aktif gamer dikontribusi oleh remaja berusia 12 hingga 17 tahun dengan rata-rata pendapatan orang tua sekira USD75.000 per tahun. Hal ini pula yang menyebabkan industri video game mampu bertahan dari resesi ekonomi global.

Game Bola


Sementara game sepakbola besutan Konami diperkirakan sudah dapat hadir pada musim gugur 2009, atau sekitar bulan September hingga November ini. Pernyataan itu diungkapkan Konami, seperti dilansir Softpedia. Pengembang game asal Jepang itu juga menjanjikan jika game yang paling banyak di gandrungi gamers dunia tersebut akan menjadi game terbaik yang pernah ada di dunia.

Kendati kalah bersaing dengan game FIFA keluaran Electronic Arts (EA), Konami akan membawa perubahan besar-besaran pada PES 2010 agar dapat mendongkrak pendapatannya.
Rencananya, PES 2010 akan hadir dalam berbagai platform, mulai dari PC, Playstation 3, PlayStation 2, Xbox, PSP, dan bahkan ponsel.

Konami menjanjikan gamenya kali ini akan lebih realistis dengan tambahan beberapa pemain baru dan fitur-fitur baru yang lebih segar. Seperti diketahui, Konami juga telah mendapatkan lisensi liga Eropa termasuk klub-klub peserta piala Eropa atau dikenal dengan piala UEFA. Gamers akan dimanjakan dengan tampilan baru stadion dan suara penonton yang semakin hidup

Kini Eranya BlackBerry dan iPhone

KINI terjadi pergeseran minat konsumen terhadap telepon selular dari sebelumnya memburu handset kamera dan musik, kini sudah mengarah pada smartphone semacam BlackBerry dan iPhone. Uniknya lagi, perubahan tren ini justru terjadi di era krisis di tengah rontoknya penjualan ponsel kelas menengah.

Tentu pengguna ponsel di Tanah Air juga ingin mengikuti tren dunia yang kian tergila-gila dengan ponsel lebar karya Research In Motion (RIM), BlackBerry (BB), dan tentunya iPhone dari Apple Inc.

Memang benar, pasar ponsel high-end saat ini didominasi produk dua Research In Motion (RIM) dan Apple itu. Menurut hasil sebuah survei terbaru, pangsa pasar BlackBerry saat ini tertinggi dengan 41 persen, diikuti iPhone dengan 23 persen secara global.
Lonjakan permintaaan ponsel kelas ini, bermula ketika model ponsel 3G mulai menjamur pada Juli 2008. Sejak itu, harga smartphone makin terjangkau dan peluang itu ditanggapi dengan baik oleh RIM dengan BB-nya. Sekian lama berkecimpung, tahun ini BB sudah siap menguasai pasar smartphone dunia.

RIM bersaing ketat dengan Apple, apalagi produk yang mereka keluarkan lebih inovatif dan variatif. Pesona BB kian merambah dunia sejak pengguna BB paling tenar, Presiden AS Barack Obama, memohon Secret Service agar ia diperbolehkan terus menggunakannya. Meski dinas rahasia Gedung Putih itu menilai BB berpotensi mengancam keamanan sang presiden.
Selain keunggulan sejumlah fitur terkini, RIM juga memiliki trik untuk menggaet konsumen, yakni dengan membuat harga handheld mereka terjangkau. Dengan minimal Rp 3 juta, pelanggan sudah bisa membawa pulang satu perangkat BB.
Beda dengan iPhone yang harus merogoh kocek lebih dalam lagi atau dua kali lipat BB. Sebab itulah jangan heran jika BB juga booming di Tanah Air.

Dilansir Reuters, saat ini pangsa pasar terbesar ponsel adalah Asia, Timur Tengah, dan Amerika Selatan. Terbukti, industri ponsel membantu pertumbuhan ekonomi. "Pelanggan masih rela membayar mahal demi memiliki high-end handset atau smartphone meski perekonomian melemah," ujar periset ABI Jake Saunders.

Demam smartphone global ini memang rezeki nomplok bagi BB dan iPhone. Namun tidak bagi empat besar vendor ponsel dunia, yakni Nokia, Samsung, LG, dan Sony Ericsson, yang justru merasakan pahitnya penjualan mereka. Secara keseluruhan, memang permintaan ponsel global meningkat 15-22 persen meski krisis ekonomi melanda, namun mereka tidak memetik keuntungan tersebut.(tb)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More